Oleh : Ust. Abul Abbas Thobroni

(Mudir Ma'had Nida'us Salam dan Pengasuh SABA 'Sekolah Aqil Baligh' Al Madinah Pekalongan)

Tashfiyah adalah membersihkan jiwa dari semua penyakit dan noda yang mengotori hati. Tarbiyah adalah mengajarkan ilmu Nafi' yang bermanfaat di dunia dan akhirat. Tashfiyah ibarat membersihkan isi botol yang sudah terkontaminasi dan semua kerak yang menempel, sedangkan Tarbiyah bagaikan mengisi botol dengan air bersih yang akan dimanfaatkan. Pendidikan hendak nya dimulai dengan menTazkiyah murid sebelum menTarbiyah mereka.

Mentazkiyah hati mereka dari Fitroh yang sudah rusak. Fitroh iman dengan menumbuhkan kembali Mahabbah, Roja, Khouf kepada Allah. Fitroh belajar dengan menguatkan kecintaan dan kebutuhan mereka terhadap ilmu.

 ⏳ MenTazkiyah adab mereka dari adab adab yang sudah rusak. Yaitu memperbaiki adab terhadap Allah ( الأدب مع الله ), adab terhadap guru ( الأدب مع الشيخ ), adab di majlis ilmu ( الأدب في المجالس) , adab terhadap temen-teman ( الأدب مع الزملاء) , adab dalam kehidupan ilmiyah ( الأدب في حياته العلمية).

 MenTazkiyah murid dari penyakit - penyakit hati dalam belajar seperti Sombong, Riya', 'Ujub, Hasad, Su'udzon, dan lainya. ⌛

Ketika murid hatinya sudah diTazkiyah, maka ia sudah siap untuk diisi ilmu-ilmu yang bermanfaat, maka setelah itu masuk fase berikutnya yakni Tarbiyah, yaitu pengajaran ilmu Maqoshid (inti) yang mencakup Aqidah dan Fikih, demikian juga ilmu Wasa'il (sarana) yang mencakup hafalan al Qur'an, bahasa arab, Mustholah, Ushul Fikih, dan lainya.

Ilmu yang diajarkan ketika hati sudah diTazkiyah maka niscaya ilmu tersebut akan memberikan manfaat kepada murid, buahnya ia akan mudah mengamalkan ilmu dalam kehidupan setiap harinya. Karena tujuan seorang belajar adalah untuk mengamalkanya, bukan sekedar menambah wawasan dan mengasah kecerdasan.

Akan tetapi jika ilmu dijejalkan padahal hati anak belum siap menerima ilmu karena belum diTazkiyah, maka ilmu tersebut akan tumpah dan tidak bisa memberikan manfaat, bahkan ilmu tersebut akan merusak anak tersebut. Akan lahir anak-anak yang pinter tapi tidak beradab, anak penghafal Qur'an akan tetapi hati nya kosong.

Oleh sebab itu metode pendidikan Nabawiyah yang dijalankan oleh Rosulullah adalah Tashfiyah kemudian Tarbiyah, dan pendidikan beliau menghasilkan buah yang sangat indah yaitu manusia terbaik dari para sahabat Muhajirin dan Anshor.

Allah dalam banyak ayat telah menjelaskan tentang misi diutusnya Rosulullah yaitu mendidik manusia dengan metode Tashfiyah dan Tarbiyah terhadap umatnya.

Allah Ta'ala berfirman:

 

لَقَدْ مَنَّ اللّهُ عَلَى الْمُؤمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولاً مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُّبِينٍ

 

"Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata" (Ali Imron: 164). Demikian juga disebutkan dalam surat al Jum'ah : 2, dan surat al Baqoroh: 151.

Syaikh Sulaiman ar Ruhaili berkata: "Allah mendahulukan Tazkiyah kemudian baru Tarbiyah karena Tazkiyah bagaikan persiapan untuk mengambil faedah dari ilmu, oleh sebab itu siapa yang tidak punya adab maka ia tidak akan mengambil manfaat dari ilmunya dan ia juga tidak akan memberikan manfaat kepada orang lain dengan ilmunya.

Bahkan kondisi nya akan berbalik dari yang seharusnya ilmu bisa menjadi cahaya penerang bagi kehidupanya, malah ilmunya akan berubah menjadi api yang membakarnya"

( https://youtu.be/TH6Ww5To130 )

Coba perhatikan bagaimana metode belajar nya ulama salaf kita. Imam Abdullah bin Mubarok berkata:

 

"طلبت الأدب ثلاثين سنةً, وطلبت العلم عشرين سنةً, وكانوا يطلبون الأدب قبل العلم"

 

"Aku belajar adab 30 tahun, dan aku belajar ilmu 20 tahun. Dan dahulu para ulama belajar adab sebelum ilmu" (Ghoyatun Nihayah Fi Thobaqotil Quro': 1/446 karya Ibnul Jauzi)

Oleh sebab itu hendaknya pendidikan zaman ini kita kembalikan lagi kepada konsep pendidikan salaf sekuat tenaga kita, karena pendidikan salaf adalah pendidikan terbaik.

Semoga ilmu yang kita pelajari bisa membuahkan amal sholih yang bermanfaat bagi kita di dunia dan akhirat.. Amin.